Sabtu, 29 Maret 2008

Created Poligon Thiessen (Membuat Poligon Thiessen/Peta Sebaran Hujan)

Salah satu metode perhitungan untuk memperoleh hujan area adalah metode Poligon Thiessen. Metode ini relatif memberikan hasil yang lebih teliti, namun kesulitan akan terjadi apabila terjadi kehilangan data pada salah satu atau lebih alat penakar hujan. Selanjutnya peta curah hujan area/sebaran hujan diperoleh dengan menggambarkannya secara manual dengan menggunakan teknik tertentu.
Namun seiring dengan perkembangan fasilitas pada program Sistem Informasi Geografis (SIG), saat ini pembuatan peta sebaran hujan dapat dilakukan secara digital pada salah satu perangkat lunak SIG yaitu Arcview. Adapun extension/fasilitas pada Arcview yang secara khusus berfungsi untuk membuat peta sebaran hujan tersebut adalah created poligon thiessen.
Created Poligon Thieesen termasuk personal extension pada Arcview, yaitu extension yang dibuat oleh pihak ketiga, baik lembaga maupun perorangan dengan maksud untuk memperluas fungsi Arcview. Oleh karena itu extension ini tidak satu paket dengan program Arcview. Untuk dapat menggunakannya, extension ini harus dicopy pada direktori dimana program Arcview tersimpan.
Secara ringkas tahapan pembuatannya dapat dijabarkan sebagai berikut :
1.Buka program Arcview
2.Buka view baru pada jendela Untitled
Klik view, kemudian new.
3.Aktifkan extension Created Thiessen. Poligon
Klik file-extension, kemudian centan pada Created Thiessen Poligon, klik ok.
4.Buka file titik stasiun dan batas areal yang akan dibuat poligon thiessen misal file batas DAS. Keduanya dalam format shape file (shp)
Klik view, kemudian add theme sehingga muncul jendela Add Theme.
Pilih file titik stasiun curah hujan dan batas DAS. Kemudian OK.
5.Klik theme stasiun CH, kemudian klik button thiessen poligon.
Pilih nama stasiun, kemudian ok. Sehingga muncul jendela Build Thiessen berikutnya.
Pilih batasdas.shp kemudian OK.
6.Simpan pada direktori/folder dimana kita bekerja, kemudian OK. Sehingga muncul peta dimana tiap poligon menunjukkan cakupan dari setiap stasiun hujan.

On-Screen Digitizing

Seiring dengan perkembangan fasilitas pada program Sistem Informasi Geografis (SIG), salah satu pekerjaan analisis pada SIG yang mengalami kemajuan adalah teknik digitasi. Selama ini pekerjaan digitasi peta selalu direpotkan dengan keharusan adanya meja digitezer. Saat ini SIG khususnya Arcview telah mampu untuk melakukan digitasi terhadap peta-peta berformat jpg secara on screen, yaitu langsung pada komputer tanpa harus lagi menggunakan meja digitezer. Meskipun meja digitezer masih diperlukan untuk mendigitasi peta-peta hardcopy berukuran besar.
Pada Arcview dikenal dua fasilitas/extension yang harus dipadukan untuk melakukan pekerjaan digitasi peta secara on screen. Fasilitas/extension tersebut adalah image analysis dan JPEG image support, dengan mengaktifkan kedua extension ini, pengguna dapat melakukan digitasi on screen.
1.JPEG (JFIF) Image Support
JPEG (JFIF) Image Support merupakan extension/fasilitas pada Arcview yang termasuk core extension, yaitu extension yang satu paket dengan program Arcview. Extension ini terinstal secara otomatis bersamaan dengan terinstalnya program Arcview.
Dengan mengaftifkan extension ini maka file-file berformat jpeg maupun jfif akan terbaca pada program Arcview.
2.Image Analysis
Image Analysis merupakan extension/fasilitas pada Arcview yang termasuk personal extension, yaitu extension yang dibuat oleh pihak ketiga baik oleh lembaga maupun perorangan. Tujuannya adalah untuk memperluas fungsi Arcview. Extension ini tidak terinstal secara ototmatis bersamaan dengan Arcview, tetapi harus dicopy atau diinstal secara terpisah dengan Arcview.
Dengan mengaktifkan extension ini maka file-file berformat jpeg maupun jfif dapat dianalisa lebih lanjut termasuk untuk melakukan digitasi.
Prosedur digitasi peta pada program Arcview GIS dapat diuraikan sebagai berikut :
1.Memastikan peta yang akan di-digitasi berformat jpeg.
2.Buka program Arcview
3.Buka view baru pada jendela Untitled
Klik view, kemudian new.
4.Aktifkan extension JPEG (JFIF) Image Support dan Image Analysis
Klik file-extension, kemudian centan pada JPEG (JFIF) Image Support dan Image Analysis.
5.Buka file peta yang akan di-digitasi
Klik view, kemudian add theme sehingga muncul jendela Add Theme.
Selanjutnya pilih file peta berformat jpg yang akan di-digitasi. Kemudian Ok.
6.Melakukan registrasi peta dengan langkah sebagai berikut :
- zoom satu persatu keempat sudut dari peta untuk diambil koordinatnya
- klik align tool
- klik kiri pada perpotongan grid tiap sudut kemudian klik kanan – pilih enter to coordinate
- masukkan koordinat tiap sudut-ok
- lakukan hal yang sama pada setiap sudut peta
- proses registrasi selesai, koordinat peta telah teregistrasi menjadi sesuai koordinat bumi
7.Langkah selanjutnya adalah melakukan digitasi terhadap objek dari peta hasil registrasi tersebut, yaitu dengan membuat theme baru untuk masing-masing objek, misalnya line untuk sungai, poligon untuk areal penggunaan lahan.
Contoh Digitasi Objek Garis
- Klik view kemudian new theme.
- Pilih objek line kemudian ok.
- Simpan pada direktori/folder dimana kita bekerja (contoh nama file adalah line1)
- Garis putus-putus pada theme menunjukkan theme siap diedit.
- Zoom objek yang akan di­-digitasi
- Klik button draw line
- Mulailah proses digitasi dengan mengklik secara halus pada setiap lekukan objek garis
- Klik kanan pada mouse untuk menggeser objek saat proses digitasi, pilih pan
- Klik dua kali untuk berhenti dari proses digitasi.
- Kemudian klik menu theme-stop editing
- Klik yes, untuk menyimpan hasil editing
8.Proses yang kurang lebih sama berlaku untuk digitasi poligon.
9.Hasil digitasi dapat kembali diedit untuk menghaluskan hasil digitasi.
Klik Theme kemudian Star Editing. Klik vertex edit untuk mengedit hasil digitasi. Kemudian klik pada objek hasil digitasi. Selanjutnya objek tersebut telah siap untuk diedit.

Fungsionalitas Geoprocessing Wizard


Extension ini merupakan sebuah tool yang berbasiskan wizard (sekumpulan user interface kotak dialog) yang digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi analisys spasial yang mencakup : dissolve (menghilangkan batas-batas polygon yang bersebelahan untuk menggabungkan unsure-unsur yang memiliki nilai atribut tertentu yang sama), merge (menggabungkan themes), clip (memotong dengan unsure-unsur theme lain), union (menggabungkan atau mengoverlaykan du theme), dan spasial join (melakukan penggabungan table-tabel atribut theme berdasarkan hubungan spasial unsure-unsurnya).
Clip
Pada dasarnya pekerjaan ini adalah memotong suatu theme (yang bertindak sebagai objek) berdasarkan batas yang dimiliki theme tersebut dengan theme yang lain yang bertipe polygon (theme yang bertindak sebagai pemotong/cutter). Proses ini menghasilkan suatu theme baru yang bertipe sesuai tipe theme objek (line, titik, atau polygon). Dengan demikian theme baru ini hanya akan memiliki unsure-unsur spasial theme objek yang terdapat pada batas theme cutter.
Intersect
Proses ini tidak berbeda jauh dengan clipping, pada intersect, theme hasil operasi merupakan data spasial irisan kedua theme yang menjadi masukannya dengan theme overlay sebagai batas intersecting-nya. Sementara itu informasi yang terdapat di dalam kedua table theme yang menjadi masukannya juga akan terekam kedalam table theme hasil operasi.
Dissolve
Proses ini pada dasarnya akan menyatukan atau menghilangkan batas-batas unsure spasial yang tepat bersebelahan, memiliki suatu atribut yang sama, dan terdapat di dalam sebuah theme yang sama.
Union
Proses ini akan menghasilkan sebuah theme baru dengan mengkombinasikan dua theme yang bertipe polygon. Theme baru ini memiliki data dan bentuk (unsure-unsur spasial )yang berasal dari kedua theme yang menjadi masukannya, termasuk hasil irisannya. Pada operasi union, semua unsure-unsur spasial (baik yang saling beririsan maupu tidak) yang berasal dari kedua theme yang menjadi masukannya akan dimasukkan ke dalam theme hasil operasi (resultant theme)
Merge
Proses ini mirip dengan union, yaitu akan menghasilkan sebuah theme yang merupakan kombinasi dari beberapa theme, tetapi unsure-unsur spasial tersebut tidak saling memotong. Operasi ini memungkinkan pengguna untuk mengkombinasikan unsur-unsur spasial yang berasal dari beberapa theme yang memiliki tipe geometri yang sama.
Assign
Pada dasarnya proses ini akan menandai suatu data (spasial) berdasarkan lokasinya dengan menggunakan relasi spasial untuk menggabungkan suatu theme ke dalam theme yang lain.

Fungsionalitas Projection Utility Wizard


Extension ini berguna untuk memproyeksikan shapefiles ke dalam system koordinat yang umum. Utiliti proyeksi ini mendukung sejumlah system proyeksi dan konversi datum. Bila telah ter-install dan kemudian diaktifkan, fasilitas ini akan muncul di menu file-Arcview Projection Utility Wizard. Adapun beberapa fungsi/fasilitas yang disediakan pada extension ini adalah :
1.Transformasi Datum
Dalam permasalah proyeksi peta, datum merupakan hal penting yang harus diperhatikan, karena hal tersebut akan menentukan keakuratan peletakan titik/objek pada sebuah peta. Transformasi datum merupakan proses konversi koordinat-koordinat titik-titik yang bereferensi terhadap suatu datum (system koordinat) ke datum yang lain. Saat ini terdapat sekitar 200 datum yang digunakan di dunia.
Sebagai contoh adanya perbedaan datum yang digunakan oleh Negara Indonesia pada masa lampau yaitu Id-74. Oleh karena itu dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan SIG dimana kita biasanya mengintegrasikan dengan data koordinat/spasial yang lain, maka pengguna harus mentransformasikan datum tersebut ke datum global yaitu WGS84. Hal tersebut disa dilakukan pada jendela Projection Utility Wizard pada menu DATUM. Pada kotak dialog dimenu DATUM pilih Indonesia_1974_To_WGS_1984.
2.Memproyeksikan Koordinat Latlong (geographic) ke UTM
Latlong adalah koordinat yang dinyatakan dalam bujur dan lintang dengan satuan derajat decimal, sedangkan UTM adalah koordinat yang dinyatakan dalam absis dan ordinat linier x dan y dengan satuan meter. Adakalanya pengguna harus memproyeksikan kedua jenis system koordinat tersebut, dari Latlong ke UTM atau sebaliknya. Untuk keperluan tersebut extension Projec Utility Wizard dapat digunakan. Secara singkat langkahnya adalah :1. buka file yang akan diproyeksikan pada jendela view, 2. aktifkan extension projection utility wizard, 3. pada koordinat system type pilih geographic, ubah datumnya jika belum tersetting ke datum global, 4. next, 5. no, 6. pada box dialog name, pilih WGS_1984_UTM_Zone_(sesuaikan zonenya berapa), 7. next, 6. no, 8. simpan dan seterusnya.
3.Meng-geografi-kan shapefiles UTM
Yang dimaksud meng-geografi-kan UTM disini sebenarnya adalah kebalikan dari fungsi no.2 di atas yaitu mengubah koordinat UTM ke Latlong. Untuk itu prosesnya kurang lebih sama dengan fungsi no.2 di atas.

Extension in Arcview

Seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa secara garis besar Extension Arcview terdiri atas dua kelompok besar, yaitu core extension dan optional extension. Berikut adalah beberapa contoh extension Arcview baik yang tergolong core extension maupun optional extension yang telah dapat diimplementasikan di dalam system perangkat lunak SIG Arcview hingga versi 3.3, yaitu :
A.Core Extension
1.Projection Utility Wizard
Extension ini berguna untuk memproyeksikan shapefiles ke dalam system koordinat yang umum. Utiliti proyeksi ini mendukung sejumlah system proyeksi dan konversi datum. Bila telah ter-install dan kemudian diaktifkan, fasilitas ini akan muncul di menu file-Arcview Projection Utility Wizard.
2.Geoprocessing
Extension ini merupakan sebuah tool yang berbasiskan wizard (sekumpulan user interface kotak dialog) yang digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi analisys spasial yang mencakup : dissolve (menghilangkan batas-batas polygon yang bersebelahan untuk menggabungkan unsure-unsur yang memiliki nilai atribut tertentu yang sama), merge (menggabungkan themes), clip (memotong dengan unsure-unsur theme lain), union (menggabungkan atau mengoverlaykan du theme), dan spasial join (melakukan penggabungan table-tabel atribut theme berdasarkan hubungan spasial unsure-unsurnya).
3.Graticules and Measured Grids
Merupakan user interface yang berbasiskan wizard (sekumpulan kotak dialog) ini digunakan untuk menambahkan graticules atau grids ke dalam layout. Graticules memperlihatkan garis-garis, titik-titik, dan labels lintang dan bujur di atas peta. Sementara itu grid juga merupakan sekumpulan garis-garis, titik-titik (tic marks), dan labels yang merepresentasikan satuan jarak linier.
4.Image Readers
Kelompok extension ini menyediakan dukungan atau fasilitas-fasilitas pembacaan langsung terhadap citra –citra digital format ADRG, CADRG, CIB, Imagine Nitf dan Tiff.
5.Legend Tool
Dengan extension ini memungkinkan pengguna Arcview untuk membuat legenda grafis yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna di dalam layout dengan menggunakan sejumlah panel dan kotak dialog
B.Optional Extension
1.Spatial Analyst
Extension ini menyediakn jangkauan yang luas mengenai kemampuan-kemampuan yang powerful dalam pemodelan spasial dan analisis-analisis unsure-unsur spasial yang bersangkutan. Dengan extension ini pengguna dapat membuat, melakukan query, memetakan, dan menganalisa data-data citra raster dengan basis piksel/cell dan kemudian melakukan analisa data-data spasial vector dan raster secara terintegrasi.
2.3D Analyst
Extension ini menyediakan fasilitas-fasilitas kualitas tinggi untuk pembuatan, analisa, dan visualisasi data permukaan tiga dimensi.
3.Image Analyst
Extension ini mempunyai kemampuan pencitraan geografis ke dalam Arcview dengan menghadirkan sejumlah fungsionalitas analisa citra digital termasuk rektifikasi citra, perbaikan warna, dan deteksi perubahan sederhana.
4.Tracking Analyst
Extension ini memungkinkan pengguna untuk secara langsung menerima data secara realtime atau playback (replay) sebagai contoh adalah menerima data posisi-posisi dari receiver GPS tipe navigasi di dalam lingkungan penrangkat lunak Arcview. Selain itu juga dilengkapi dengan fungsionalitas dalam melakukan analisis-analisis spasial data baik temporal maupun realtime.
5.Business Analyst
Extension ini merupakan sekumpulan tool dan data GIS yang unik dan dirancang secara khusus untuk aplikasi-aplikasi bisnis. Dengan beberpa estimasi, paling sedikit 80% hingga 85% data-data bisnis memiliki komponen geografis. Dengan extension ini, pengguna dapat menganalisa kondisi-kondisi pasar dan para pelanggannya, dan kemudian melihat kecenderungannya diatas peta.
6.Network Analyst
Extension ini memungkinkan pengguna dalam memecahkan berbagai masalah dengan menggunakan ide-ide jaringan geografis (seperti jalan, sungai, saluran, pipa, kabel dan sebagainya) seperti mencari rute perjalanan yang paling efisien, membuat arah-arah untuk suatu perjalanan, atau mencari area-area pelayanan berdasarkan waktu perjalanan.

Arcview : GIS for Everyone

Perangkat lunak Arcview GIS merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terkemuka hingga saat ini. Dengan perangkat lunak ini, pengguna dapat melakukan proses-proses seperti visualisasi, meng-explore, membuat query, dan menganalisa data geografis beserta atributnya.
Perkembangan kebutuhan manusia beserta kemajuan di bidang computer dan teknologi informasi telah memicu perluasan fungsionalitas di bidang perangkat lunak desktop tak terkecuali Arcview. Fungsionalitas Arcview telah ditingkatkan dari sekedar perangkat lunak SIG desktop dan mapping biasa (standar) yang diimplementasikan sebagai ekstension.
Sejak tahun 1996, ESRI telah merilis Arcview GIS versi 3.0 yang mulai memperkenalkan konsep extension. Dengan extension, para pengembang beserta pengguna dapat menambahkan aplikasi-aplikasi ke dalam Arcview. Selain itu dengan extension pula, para pengembang dapat memodularkan fungsionalitas perangkat lunak Arcview. Dengan demikian Arcview kemudian dikenal sebagai sebuah tool yang bersifat unversal karena mampu mengakses semua tipe data geografis (baik format raster maupun vektor).
Extension pada Arcview secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama yaitu core extension yang terikat atau hadir secara otomatis bersama dengan modul standar perangkat lunak Arcview versi yang bersangkutan. Extension ini dikembangkan oleh pihak yang sama dengan pengembang perangkat lunak Arcview (modul standar). Sedangkan yang kedua adalah optional yaitu extension yang hadir jika terlebih dahulu di-instal pada saat diperlukan oleh pengguna. Extension ini dikembangkan oleh pihak yang sama dengan kelompok pertama, pengguna atau pihak ketiga yang menyediakan extension-nya untuk kepentingan komersil ataupun non-profit (gratis).
Oleh karena itu Arcview dapat memberikan lingkungan operasi dan pengembangan yang sangat fleksibel sehingga mendorong perluasan penggunaan perangkat lunak Arcview GIS di berbagai bidang. Pustaka ESRI mencatat tidak kurang dari 57 bidang aplikasi dimana Arcview GIS berperan aktif di dalamnya, diantaranya advertising, agriculture, banking, bisnis, crime analysis, forestry, military dan sebagainya. Dengan demikian tidak heran jika kemudian banyak artikel yang menyebutkan Arcview sebagai ”GIS for Everyone”.